Harga Emas India Hari ini: Emas Stabil, menurut Data FXStreet

Harga Emas tetap secara umum tidak berubah di India pada hari Kamis, menurut data yang dihimpun oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 12.809,96 Rupee India (INR) per gram, secara umum stabil dibandingkan dengan INR 12.820,56 pada hari Rabu.

Harga Emas secara umum stabil di INR 149.412,40 per tola dari INR 149.536,50 per tola sehari sebelumnya.

Satuan ukuran

Harga Emas dalam INR

1 Gram

12.809,96

10 Gram

128.101,40

Tola

149.412,40

Ons Troy

398.434,50

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan tingkat pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatis digunakan dalam pembuatan postingan ini.)

Consumer Confidence Adj Netherlands, The Juli Meningkat ke -35 dari Sebelumnya -39

Consumer Confidence Adj Netherlands, The Juli Meningkat ke -35 dari Sebelumnya -39
Baca lagi Previous

Dolar Selandia Baru menguat di atas 0,5800 karena prospek hawkish RBNZ

Pasangan mata uang NZD/USD menguat ke dekat 0,5820, mengakhiri tren pelemahan dua hari berturut-turut selama awal sesi Eropa pada hari Kamis. Dolar Selandia Baru (NZD) menguat terhadap Dolar AS (USD) setelah nada hawkish dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).
Baca lagi Next