Indonesia: Kombinasi pertumbuhan-inflasi mendukung sikap BI yang stabil – DBS
Ekonom DBS Group Research Radhika Rao mencatat bahwa pasar domestik Indonesia berfokus pada penunjukan Gubernur Bank Indonesia yang baru setelah kepergian Perry Warjiyo, dengan Pelaksana Tugas Gubernur Destry Damayanti memprioritaskan langkah-langkah non-suku bunga dan likuiditas IDR. Laporan tersebut menyoroti latar belakang pertumbuhan-inflasi yang beragam, neraca eksternal yang lebih lemah, dan USDIDR yang bergerak dalam kisaran sempit, dengan berargumen bahwa kombinasi ini mendukung sikap suku bunga kebijakan yang tidak berubah dalam jangka pendek.
Kepemimpinan BI baru dan latar belakang makro
"Pasar domestik menunggu penunjukan Gubernur Bank Indonesia yang baru, setelah chief Warjiyo mengundurkan diri pekan lalu."
"Penurunan harga minyak dan tidak adanya pemicu negatif baru telah membuat USDIDR bergerak dalam kisaran sempit di 17900-18000 pekan ini, sementara imbal hasil tenor panjang acuan tetap stabil di sekitar 7,3%, mengambil isyarat dari penguatan suku bunga AS."
"Perpaduan pertumbuhan-inflasi yang berkembang sejauh ini beragam."
"Laporan pertumbuhan PDB Kuartal 2, yang akan dirilis pada hari Rabu, kemungkinan akan menunjukkan bahwa output tumbuh sebesar 5,3% yoy yang relatif solid meskipun ada guncangan energi versus 5,6% pada Kuartal 1."
"Perpaduan pertumbuhan-inflasi ini, ditambah dengan stabilitas rupiah, menjadi alasan bagi BI untuk mempertahankan suku bunganya bulan ini."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)