Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah di Area 17.505, Menantikan Data Penjualan Ritel
Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Kamis, 10 September:
Indeks Dolar AS di 98,80 yang naik 0,01% pada basis harian, mengambil napas setelah ditutup merah untuk tiga hari berturut-turut. Indeks tampak mengalihkan perhatian dari Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat Agustus yang mengesankan Jumat lalu ke data inflasi dari sisi produsen dan konsumen pekan ini.
Kalender ekonomi AS hari ini memuat data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI), Klaim Tunjangan Pengangguran, Perumahan, dan Persediaan Minyak. Perhatian pasar akan tertuju pada IHP yang akan dirilis pada puku 12:30 (19:30 WIB) karena kepentingannya untuk input keputusan suku bunga The Fed bulan ini. CME FedWatch tool menilai probabilitas bank sentral AS menaikkan suku bunga 25 bp adalah 60,2%.
Sementara itu di sisi Rupiah, mata uang ini berada di area 17.505 per Dolar AS setelah menguat ke 17.495 kemarin yang merupakan level terkuat sejak 18 Mei di tengah pelemahan mata uang AS.
Sorotan kini beralih ke kalender ekonomi AS hari ini. Bank Indonesia akan merilis data Penjualan Ritel Juli pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Dalam laporan sebelumnya, Penjualan Ritel turun 3,0% tahun-ke-tahun dan tidak ada prakiraan konsensus untuk data ini.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Thn/Thn)
Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.
Baca lebih lanjut