USD/JPY Terus Melemah Di Bawah 112,00 Di Tengah Mood Risk-off

FXStreet - Greenback bertahan melemah terhadap Yen Jepang, mendorong pasangan USD/JPY lebih rendah untuk 3 sesi berturut-turut.

Pasangan ini memperpanjang retracement tajam semalam dari zona pasokan penting di sekitar pertengahan 112,00-an dan saat ini berada di dekat posisi terendah multi hari di tengah pemulihan permintaan safe-haven.

Aset yang dianggap sebagai safe haven mendapat dorongan setelah Menteri Luar Negeri Korea Utara pada hari Senin menggambarkan retorika baru Presiden AS Donald Trump sebagai sebuah deklarasi perang dan mengatakan bahwa Pyongyang memiliki hak untuk menembak jatuh pesawat-pesawat AS.

Sementara itu, pasar terus mengevaluasi perkembangan politik terakhir di Jepang, dimana di PM Shinzo Abe mengumumkan untuk membubarkan Parlemen pada hari Kamis dan menyerukan pemilihan umum sela, meski tidak memberi tanggal.

Dengan latar belakang perbedaan antara pandangan kebijakan moneter Fed dan BoJ, para investor sekarang menanti pidato Ketua Fed Janet Yellen hari ini. Petunjuk tentang pergerakan kenaikan suku bunga bulan Desember dapat membantu pasangan ini untuk melanjutkan langkah apresiasi sebelumnya.

Tingkat teknis untuk diawasi

Tekanan jual lebih lanjut di bawah pertengahan 111,00-an dapat mempercepat penurunan menuju area 111,00 sebelum akhirnya pasangan ini turun ke support berikutnya di dekat area 110,70.

Pada sisi atas, pergerakan naik sekarang nampaknya menghadapi pasokan baru di dekat 112,00, di atas mana pasangan ini cenderung melesat kembali ke arah zona pasokan penting 112,50-55.

Prospek GBP/USD Bergeser Ke Netral - UOB

Strategis FX di UOB Group telah mengalihkan pandangan Cable menjadi netral dari bullish dalam waktu dekat.
Mehr darüber lesen Previous

Mantan Penasihat Saudi: Harga Minyak Naik Menjadi $60 Karena OPEC Cenderung Memperpanjang Pemotongan - RTRS

Seorang mantan pejabat Menteri Energi Saudi, Ibrahim al-Muhanna, mengatakan dalam sebuah pidato di Washington Senin malam, harga minyak dapat naik menjadi $60 per barel pada akhir tahun ini atau pada awal 2018 karena produsen OPEC dan non-OPEC diperkirakan akan memperpanjang pemotongan pasokan melampaui bulan Maret, Reuters melaporkan.
Mehr darüber lesen Next