OECD: Prospek Ekonomi Global Sangat Tidak Pasti

Dalam Laporan Proyeksi Ekonomi Juni terbaru, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menggarisbawahi keprihatinan atas prospek ekonomi global pada tahun 2020, karena pandemi virus corona telah memicu resesi ekonomi yang paling parah dalam hampir seabad.

Hal tersebyt memberikan perkiraan untuk skenario di mana ada pukulan tunggal akibat krisis virus corona, dan untuk skenario kedua di mana gelombang penularan cepat lainnya meletus pada 2020, menurut Reuters.

Kutipan Utama

OECD melihat PDB Tiongkok -2,6% pada tahun 2020, -3,7% jika terjadi wabah kedua.

OECD melihat PDB AS -7,3% pada tahun 2020, -8,5% jika wabah terjadi kedua.

OECD melihat PDB kawasan euro pada -9,1% pada tahun 2020, -11,5 jika terjadi wabah kedua.

OECD melihat PDB Inggris di -11,5% pada tahun 2020, -14% jika wabah kedua.

OECD melihat PDB global di +5,2% pada tahun 2021, +2,8% jika terjadi wabah kedua meletus pada tahun 2020.

OECD melihat PDB global -6,0% pada tahun 2020, -7,6% jika terjadi wabah virus corona kedua.

Nasdaq 100: Rekor Tinggi Baru Tidak Menyiratkan Kekuatan – Credit Suisse

Nasdaq 100 berada pada rekor tertinggi baru kemarin ditutup di 9953.75 tetapi terlihat sangat overextended (berlebihan) dalam jangka pendek dengan 100
আরও পড়ুন Previous

GBP/USD: Kembali Ke Channel Tren-Naik, 1,2785 Adalah Level Pertama Yang Diamati

Grafik empat jam Rabu menunjukkan cable kembali ke channel tren-naik karena GBP/USD memperpanjang kenaikannya, mencapai tertinggi sejak Maret dan mend
আরও পড়ুন Next