Indeks Dolar Memulai 2021 Pada Catatan Negatif

  • Dolar AS tetap dalam penawaran jual di tengah ekspektasi Fed yang dovish. 
  • Investor mengabaikan data Tiongkok yang lemah dan kekhawatiran virus Corona. 

Indeks Dolar, yang mengukur nilai Greenback terhadap mata uang utama, diperdagangkan dalam posisi defensif pada hari perdagangan pertama tahun baru, setelah turun 6,83% pada tahun 2020. 

Investor terus menawarkan Greenback safe-haven di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lama, mengabaikan kekhawatiran virus Corona dan data Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan. 

Menurut The Japan Times, Perdana Menteri Yoshihide Suga sedang mempertimbangkan status baru deklarasi darurat untuk Tokyo dan tiga prefektur tetangga di tengah lonjakan kasus COVID-19. Deklarasi bisa datang pekan ini. Sementara itu, kasus terus meningkat di AS dan seluruh Eropa. Selanjutnya, data Tiongkok yang dirilis Senin pagi menunjukkan laju ekspansi aktivitas manufaktur sedikit melambat di bulan Desember. Namun, sejauh ini, tak menempatkan tawaran beli di bawah Greenback. Pada saat ini, DXY melayang di dekat 89,68, turun 0,27% hari ini.

Bank investasi terkemuka seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan JP Morgan memperkirakan Greenback akan terdepresiasi setidaknya 5% tahun ini. 

"Kami tetap optimis pada EUR/USD, FX EM dan aset berisiko secara umum hingga awal tahun ini, dan kami tidak benar-benar ingin mempertanyakan narasi ini sampai pemulihan cukup kuat bagi administrasi fiskal dan moneter untuk mempertimbangkan mengurangi laju QE/stimulus," kata analis Nordea dalam catatan mingguan mereka. 

Sementara itu, Robin Brooks, Kepala Ekonom di Institute of International Finance, meramalkan amukan pengurangan seperti tahun 2013 begitu negara-negara ekonomi besar memulai vaksinasi virus Corona massal. Dalam hal ini, Dolar safe-haven dapat menemukan tawaran beli.

 

Analisa Harga GBP/USD: Cable Sentuh Tertinggi Baru Multi-Bulan

GBP/USD diperdagangkan di 1,3690 pada saat ini. Itu adalah level tertinggi sejak April 2018. Tertinggi 31 bulan sebelumnya di 1,3686 dicapai pekan lal
Đọc thêm Previous

AS Fauci: Wabah Virus Corona AS Akan Memburuk Dalam Beberapa Pekan Mendatang

Wabah virus Corona kemungkinan akan bertambah buruk dalam beberapa pekan mendatang, dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit
Đọc thêm Next